Introspeksi Terhadap Diri Sendiri

Posted by Wahyu basofii on Jumat, 23 Agustus 2013

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Wahyu only - kali ini saya tidak membahas artikel seperti biasanya, karena kekurangan ide,hehe judulnya sudah tepat belum yah?? yahhh daripada blog ini kosong, mending saya isi seadanya karena mengingat rank alexa saya mulai gendut lagi. hehehe

Embun pagi(Introspeksi diri)

Memperbaiki Orang Lain atau Introspeksi Diri ?

Kalau kita diminta untuk memilih yang cepat dan mudah mungkin kita akan memilih memperbaiki orang lain

Kenapa?ada apa? loh kok bisa?

Karena kekurangan orang lain itu lebih cepat menyita perhatian kita daripada kelebihannya. Kita akan cepat mengkritik dan meminta bahkan kadang cenderung memaksa agar orang tersebut berubah sesuai dengan yang kita inginkan. Kalau dia menolak, kita juga akan cepat kecewa dan marah.

Jadi prosesnya memang serba cepat, mulai dari mengkritik, meminta dia berubah sesuai keinginan kita, sampai dengan kekecewaan yang mungkin kita dapat jika perubahan itu tidak sesuai harapan kita atau bahkan tidak ada perubahan yang berarti.

Capek bukan bayanginnya? Yang ada hanya rasa “sesak di dada” plus bonus “sakit kepala” :)

Sebenarnya, kalau kita mau belajar introspeksi dan memperbaiki diri sendiri daripada memperbaiki orang lain itu akan lebih menentramkan hati.

'Ali bin Abi Tholib k.w. - Barangsiapa yang Mengintrospeksi dirinya, maka dia telah beruntung; dan barang siapa yang lalai akan dirinya, maka dia telah merugi. Barangsiapa yang takut (akan siksa Alloh), maka dia akan aman (dari siksa-Nya). Barangsiapa yang mau mengambil pelajaran, maka dia akan terbuka pandangannya. Barangsiapa yang telah terbuka pandangannya, maka dia akan memahami. Dan barangsiapa yang telah memahami, maka dia akan mengetahui.

Semoga Alloh merahmati seorang hamba yang takut kepada Tuhan-nya, menasehati dirinya, menyegerakan tobatnya, dan mengalahkan hawa nafsunya. Sebab, sesungguhnya ajalnya tersembunyi darinya, angan-angannya menipunya, sedangkan setan senantiasa menyertainya (berupaya menyesatkannya).

Sebaik-baik kehidupan adalah yang tidak menguasaimu dan tidak pula mengalihkan perhatianmu (dari mengingat Alloh SWT).
Ingatlah kalian akan berakhirnya segala kesenangan dan yang tertinggal adalah pertanggungjawaban.
Perbuatan-perbuatan hamba terjadi dalam kehidupan sekarang ini, sedangkan perhitungannya kelak di akhirat.

Lihatlah wajahmu setiap waktu di cermin. Maka, jika wajahmu itu bagus, anggaplah ia buruk karena engkau menambahkannya dengan perbuatan yang buruk, yang dengannya engkau telah memberi noda padanya. Dan jika (engkau mendapati bahwa) wajahmu itu buruk, anggaplah ia memang buruk karena engkau telah menggabungkan dua keburukan (buruk rupa dan amal).

Percayalah, jika kita rajin introspeksi dan memperbaiki diri, kita telah menebarkan energi positif di sekeliling kita. tapi jangan menuntut orang lain untuk memperbaiki diri karena kita sudah memperbaiki diri ya
Serahkan segala perubahan baik pada diri kita itu kepada Tuhan. Yang penting adalah kita memiliki nilai lebih di mata Tuhan. InsyaAllah, segala efek timbal balik yang kita rasakan akan terasa luar biasa.

Mau mencoba ? silahkan, mulailah dari sekarang :)

wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Judul : Introspeksi Terhadap Diri Sendiri
URL : http://wahyu-only.blogspot.com/2013/08/introspeksi-terhadap-diri-sendiri.html

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. yang penting berbuat baiklah selalu, karena kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, dan itu sudah sunnatullah (hukum Allah). ^_^

    BalasHapus

------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan:
• Dilarang menulis link aktif!
• Dilarang ngiklan di kolom komentar!
• Kritik dan Saran sangatlah dibutuhkan, agar blog ini menjadi blog
yang lebih berkualitas.

Thank's
------------------------------------------------------------------------------------------


Flag Counter